Archive for ‘Automobility’

July 17, 2017

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Anak singkong ( Sekolah Dasar) jaman sekarang sudah tidak main sepedah lagi tapi naik motor. Orang tua nya ngapain aja ? Pak Polisi sekarang juga cenderung membiarkan karena kalah wibawa.

Senin 17 Juli 2017, 21:49 WIB

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Ahmad Mustaqim – detikNews

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak TrukSeorang bocah kelas 6 SD tewas terlindas truk usai isi bensin di Jakarta Utara (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Jakarta – Seorang anak berusia 6 tahun tewas tertabrak truk ekspedisi. HM (10) menghembuskan nafas terakhirnya saat di bawa ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan dokter korban telah meninggal saat sampai di rumah sakit,” kata anggota Unit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, Brigadir Sarjono saat ditemui di rumah sakit Royal Progress, Sunter, Tanjung Priok, Senin (17/7/2017).

Sarjono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari warga pada pukul 16.30 WIB. Dia mengatakan HM (10) meninggal karena luka di dadanya.




Motor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas trukMotor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas truk (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Kecelakaan bermula saat HM (10) dan G (15) pulang mengisi bensin menggunakan motor matic bernomor polisi B 3666 UMZ. Saat itu HM (10) berboncengan dengan temannya G (15).

“Diduga korban yang membawa motor,” ungkap Sarjono.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, paman korban, Pardi menjelaskan mobil logistik B 9438 BM yang menabrak korban berjalan ugal-ugalan. 

“Jadi kontainer di sebelah kiri mepet ngebanting ke kiri ngehajar mobil Armas itu,” kata Pardi.

Korban terlindas dan alami luka di dadaKorban terlindas dan alami luka di dada (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

HM yang masih di bawah umur ini membawa motor secara diam-diam, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya. “Ya mungkin orang tuanya lalai juga naro kunci,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan tersebut, motor korban juga mengalami kerusakan parah di bagian setang dan roda depan. Kedua korban sempat dibawa ke RS Royal Progress, Sunter, Jakut. HM (10) akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum. (jbr/idh)

Share:

0 komentar

https://mood.detik.com/display/datalayer/mood.php#idkanal=605||idnews=3563569||title=Pulang%20Isi%20Bensin%2C%20Bocah%20Kelas%206%20SD%20Tewas%20Tertabrak%20Truk||article_url=https%3A%2F%2Fm.detik.com%2Fnews%2Fberita%2Fd-3563569%2Fpulang-isi-bensin-bocah-kelas-6-sd-tewas-tertabrak-truk||idsubkanal=10||idfokus=0||idmicrosite=0||appid=3||ismobile=0||date=17-07-2017

Berita Terkait

https://staticxx.facebook.com/connect/xd_arbiter/r/XBwzv5Yrm_1.js?version=42#channel=f31cb8ba3ac2fe4&origin=https%3A%2F%2Fm.detik.com

Baca Juga

News Feed

SELENGKAPNYA


By retailAds detikcom

NISIM Penumbuh rambut Herbal No.1 tanpa efek samping Garansi uang kembali

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Ke Atas · Berita Lainnya · Search

Navigasi detiknews

HomeBeritaDaerahJawa TimurInternasionalKolomWawancaraFokusLapsusFotoMost PopularPro KontraSuara PembacaOpini AndaInfografisVideoIndeks

Lihat Versi Desktop


Redaksi · Pedoman · Info Iklan · Privacy Policy


  

Copyright @ 2017 detikcom
All right reserved

Back To Top

May 3, 2017

101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol

RABU, 03 MEI 2017 | 13:56 WIB

101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol

Kepolisian Lalu Lintas Resor Bogor merazia puluhan bus dan truk yang hendak ke Puncak di KM 47, Cisarua, Kabupaten Bogot, 24 April 2017. Foto: M Sidik Permana

TEMPO.CO, Bandung – Selama bulan April 2017, tercatat 101 orang meninggal dunia dan puluhan mengalami luka berat akibat kecelakaan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Angka tersebut didominasi oleh kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Marthius mengatakan jumlah kecelakaan selama satu bulan di wilayah Jawa Barat itu didominasi oleh faktor kelalaian pengendara.

“Banyak kecelakaan yang diakibatkan pelangaran lalu lintas. Seperti pengendara yang belum memilki surat izin mengemudi dan kelaikan kendaraan,” ujar Marthius kepada Tempo, Selasa, 2 Mei 2017.
Baca :
Kasus 2 Kecelakaan di Puncak, Polisi Bakal Kenakan Pasal Pidana

Kecelakaan di Puncak, Polisi: Bos PO Bisa Terancam 18 Tahun Bui

Ia mengatakan, kecelakaan selama satu bulan di Jawa Barat berjumlah 214 kasus. Dengan rincian: 265 unit sepeda motor, 72 roda empat, 17 bus, dan 55 truk. “Dari rentang usia pengemudi didominasi usia 16-35 tahun,” ujar dia.

Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, ada dua kasus kecelakaan yang cukup menyita perhatian publik. Dua kecelakaan tersebut melibatkan bus yang melewati jalur puncak. Dua kecelakaan maut itu hanya berselang satu pekan.

Yang pertama, terjadi di tanjakan Selarong, Puncak pada tanggal 22 April 2017. Satu pekan kemudian, kecelakaan hampir serupa terjadi di Jalur Puncak, kawasan Ciloto, Cianjur.
Simak juga : Korupsi Proyek Al-Quran, KPK: Bukti Fahd Terlihat Paling Jelas

Dari kedua kecelakaan maut tersebut polisi akan memidanakan pengelola bus. Polisi menduga dua kecelakaan tersebut dikarenakan faktor kelalaian pengelola dan supir bus.

“Untuk kecelakaan yang dicanjur kami akan kejar pengelola bus. Bisa jadi kami jadikan tersangka,” ujar Marthius.

Akibat rentetan kasus kecelakaan tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan melakukan pengetatan pada uji kelaikan kendaraan umum. Selain itu, Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada para pengelola bus yang kedapatan mengoperasikan kendaraanya dalam kondisi tak laik jalan.

IQBAL T. LAZUARDI S

March 31, 2017

Hindari Motor, Ambulans Bawa Pasien Terguling di Yogya

Pengemudi Motor di Indonesia rata 2   DUNGU  dan pemerintah diam saja..
Jumat 31 Mar 2017, 15:15 WIB

Sukma Indah Permana – detikNews
Hindari Motor, Ambulans Bawa Pasien Terguling di YogyaFoto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Yogyakarta – Sebuah mobil ambulans milik RS Bhayangkara Polda DIY mengalami kecelakaan. Sopir dan tiga penumpang di dalamnya mengalami luka ringan. Kecelakaan terjadi ketika sopir ambulans berusaha menghindari pemotor di depannya.

“Iya, kecelakaan tadi pagi. Semuanya luka ringan saja,” ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto kepada detikcom, Jumat (31/3/2017).

Yulianto membenarkan bahwa kejadian ini berawal saat sopir mobil ambulans akan berputar arah di Ring Road Gondangan. Saat itu ada pengendara motor dari arah selatan.

Karena menghindari pemotor itulah, sopir ambulans membanting stirnya ke arah kiri dan ban mobil mengalami slide lalu mobil terguling.

Menurut informasi, mobil ambulans ini sedang mengangkut pasien yang sakit saat melaksanakan olahraga berkala bagi anggota polisi di Mapolda DIY.

“Sopir ambulans dan tiga penumpang dirawat di RS Bhayangkara, Jalan Solo,” imbuhnya.
(sip/mbr)

March 25, 2017

Soal Ide Mobil Kepresidenan, Apa Kabar Nasib Esemka Kini ?

kenapa nggak naik Esemka… mirip petinggi India, dia pakai mobil kenegaraannya buatan lokal walaupun sekarang mereka juga mulai pakai BMW .

Tugaskan saja PT Esemka dan Pindad merancang mobil kepresidenan yang tahan peluru, roket RPG , dan bom panci.  Saya yakin sih pastinya bisa, bikin tank atau panser saja sudah sanggup kok.

Mobil yang tidak 100 % komponen buatan Lokal kelak bisa membanggakan juga lah..

 

SABTU, 25 MARET 2017 | 07:07 WIB

Soal Ide Mobil Kepresidenan, Apa Kabar Nasib Esemka Kini?

Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Jakarta -Masalah mobil kepresidenan sempat mencuat beberapa hari terakhir. Dalam acara Coffe Morning di Gedung BPPT, Jum’at 24 Maret 2017, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berbincang santai dengan para wartawan.

 

 

 

Saat wartawan diberi kesempatan, salah satu media online bertanya ke Luhut tentang kemungkinan mengganti mobil kepresidenan Mercedes-Benz S600 dengan mobil yang sempat populer sebagai kendaraan Presiden Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, mobil Esemka. Usul ini dilontarkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

“Kalau Mobil Esemka, kamu aja yang naik. Jangan suruh Presiden-nya naik. Ntar remnya blong lagi,” ujar Luhut, Jumat, 24 Maret 2017. Sontak peserta coffee morning yang hadir tertawa.
Baca : Fadli Zon Usul Esemka untuk Presiden, Luhut: Kamu Aja yang Naik

Dalam kilas balik, mobil Esemka tidak bisa dilepaskan tanpa nama Joko Widodo. Sewaktu masih menjadi Wali Kota Solo, Jokowi begitu biasa dipanggil berniat menjadikan mobil Kiat Esemka sebagai industri mobil rumahan sekaligus embrio untuk mewujudkan impian lama tentang mobil nasional.

“Buat saya, ini kebanggaan kita, simbol perlawanan terhadap mobil-mobil impor,” kata dia saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo 2 Januari 2012.

Mobil yang mulai dirintis pembuatanya sejak tahun 2007 rencananya oleh Jokowi akan dijadikan sebagai mobil nasional berbasis industri rumahan. Esemka tidak akan menjadi manufaktur besar, melainkan industri rakyat kecil dengan perkiraan produksi sekitar 300-600 unit per bulan.

Karena itu pula, biaya investasinya tidak bakal mencapai triliunan rupiah, dan cukup ditangani oleh investor lokal.

Jokowi sendiri menggunakan Esemka sebagai mobil dinasnya sejak Januari 2012. “Bagus sekali. Kalau mobil dinasnya seperti ini, saya mau pakai,” kata dia saat itu.

Mesin Esemka yang ditungganggi Jokowi berkapasitas 1.500 cc. Tepatnya 1.5i 4 silinder, DOHC 16 valve multi point injection. Tampilan depan mirip mobil Honda CRV, sementara bagian samping dan belakang mirip Ford Everest.

“Inspirasinya, Toyota Prado,” kata Sukiyat kala itu, pemilik Kiat Motor yang merangkap pembimbing perakitan mobil ini.
Simak juga : Meski Kerap Mogok, Pratikno: Jokowi Selalu Menolak Mobil Baru

Ramainya berita Esemka akhirnya oleh Kementerian Perhubungan diminta di uji dahulu sebelum layak dikendarai. Hasilnya, melalui data hasil pengujian di Balai Termodinamika Mesin Propulsi Serpong pada Senin, 7 Februari 2012, Esemka belum memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup. “Belum memenuhi ambang batas emisi gas buang,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.

Mobil Esemka menjalani uji emisi kedua pada pertengahan Juni 2012. Hasilnya, kendaraan ini berhasil memenuhi ambang batas, yaitu untuk CO di bawah 5 gram per kilometer dan untuk HC+NOX di bawah 0,70 gram per kilometer.

Kabar terakhir mobil Esemka pada April 2016, perusahaan yang akan memproduksi mobil Esemka, PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), masih menunggu izin manufaktur dari Kementerian Perindustrian. Izin tersebut diperlukan agar mereka bisa memproduksi kendaraan bermotor. PT ACEH didirikan bekas Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono yang PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), principal merek Esemka.

EVAN (PDAT-Sumber Diolah TEMPO) | DESTRIANITA

March 22, 2017

Yuk Intip Mobil RI 1 dari Masa ke Masa

RABU, 22 MARET 2017 | 17:00 WIB

Yuk Intip Mobil RI 1 dari Masa ke Masa

Cadillac Fleetwood 75 Limousine keluaran 1966 yang sempat digunakan Presiden Soeharto. Foto/Antaranews.com

TEMPO.CO, Jakarta – Baru-baru ini perjalanan dinas Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Barat mengalami gangguan kecil yakni mogoknya mobil kepresidenan yang  dalam perjalanan menuju Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, untuk meresmikan fasilitas pembangkit listrik 8 Mobile Power Plant.

Mobil Mercedes-Benz S600 Guard keluaran 2007 yang dibawa dari Jakarta tersebut rupanya kendaraan kepresidenan yang sudah dibeli sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca: Jokowi Ogah Ganti Mobil Kepresidenan Meski Sering …

Jokowi bukan satu-satunya Presiden RI yang melanjutkan penggunaan kendaraan kepresidenan dari era kepresidenan pendahulunya. Sebab hal serupa juga pernah dirasakan oleh Presiden RI ketiga BJ Habibie, Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri.

 

Berikut adalah mobil kepresidenan dari masa ke masa yang berhasil dihimpun ANTARA News dari berbagai sumber:

Era Sukarno

Mobil pertama yang didapuk sebagai mobil kepresidenan usai Sang Proklamator resmi menjabat sebagai Presiden  adalah Buick-8 Limited Edition keluaran 1939, yang memiliki mesin 8 silinder dengan kapasitas 5.247 cc.

Unit yang digunakan Presiden Sukarno merupakan satu dari 1.451 unit yang diproduksi pada 1939 dan sebetulnya tak dibeli melainkan dimintakan oleh Ketua Barisan Banteng, Sudiro, kepada pemiliknya agar berkenan mempersembahkannya
untuk dijadikan mobil dinas kepresidenan dan disemati nomor polisi Rep-1.

Selain Buick-8 Limited Edition, Sukarno juga pernah menggunakan sejumlah mobil lain sebagai kendaraan dinas kepresidenan yakni Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13, Zil 111, Lincoln Cosmopolitan dan Chrysler Imperial.

Baca: Mobil Presiden Jokowi Ternyata Bisa Mogok Juga

Sementara mobil ZIL 111, keluaran pabrikan Uni Soviet Zavod Imeni Likhacheva tahun 1958 dan merupakan limousine yang dihadiahkan oleh Uni Soviet untuk Sukarno.

Mobil itu dibesut mesin 6.0L ZiL-111 V8 yang mampu menghasilkan tenaga puncak setara 200 tenaga kuda (hp) dengan dua tingkat percepatan transmisi otomatis serta memiliki kecepatan maksimal 170 km per jam.

Sejumlah mobil kepresidenan era Sukarno kini kerap menghiasi pameran-pameran mobil klasik di Indonesia.

Era Soeharto

Mengingat Soeharto berkuasa selama lebih kurang 32 tahun, tentu banyak sekali mobil kepresidenan yang pernah digunakan oleh Presiden RI kedua tersebut.

Saat baru menjabat sebagai Presiden RI, Soeharto memutuskan mengganti mobil kepresidenan dengan Cadillac DeVille Series 70 Fleetwood Limousine pada 1966, yang memiliki mesin 7.025cc OHV V8 dengan tiga tingkat percepatan otomatis Turbo-Hydramatic 400 dan mampu menghasilkan tenaga puncak 375 hp.

Lantas Soeharto menggantinya menyusul keluarnya generasi kesepuluh dari lini produk yang sama, Cadillac DeVille Series 75 Fleetwood Limousine pada 1971, yang memiliki kapasitas mesin lebih besar menjadi 7.729cc OHV V8.

Soeharto kemudian bergeser mencicipi pabrikan Jerman dengan menggunakan Mercedes-Benz W116 Barong keluaran 1975, sebelum berganti dengan salah satu mobil kepresidenan masanya yang paling dikenal Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL
keluaran 1987.

Mobil tersebut memiliki standar keamanan wahid, mengingat juga digunakan oleh sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden AS ke-42 Bill Clinton dan Ratu Inggris Elizabeth, antara lain kaca dan bodi yang antipeluru.

Mobil itu juga menjadi mobil terakhir yang digunakan Soeharto saat meninggalkan Istana Kepresidenan setelah membacakan surat pengunduran diri, dan belakangan seizin Presiden RI ketiga BJ Habibie unitnya dibawa ke museum Mercedes-Benz di Stuttgart, Jerman.

Baca: Mobil Kepresidenan Ada Delapan, Salah Satunya …

Meski meninggalkan istana dengan mobil Mercedes-Benz W126, Soeharto pada 1994 sempat membeli Mercedes-Benz W140 S600 yang kemudian lebih sering digunakan sebagai mobil kepresidenan di tahun-tahun terakhir jabatannya.

Selain itu, Soeharto beberapa kali juga tampak lebih senang menumpangi mobil jip Mercedes-Benz G-Klasse dalam perjalanan dinasnya yang sebetulnya diperuntukkan bagi pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

Era BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri

Di masa pemerintahan Presiden RI ketiga hingga kelima, Indonesia yang masih dalam masa pemulihan pascakriksis moneter 1998 memilih untuk tidak menghamburkan uang hanya demi mengganti tunggangan kepresidenan.

Sehingga, Presiden RI ketiga BJ Habibie (1998-1999), Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (1999-2001) dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri (2001-2004) mewarisi Mercedes-Benz W140 S600 yang ditinggalkan dari masa pemerintahan Soeharto.

Mobil tersebut dilengkapi fitur keamanan mumpuni standar pemimpin dunia, yakni kaca dan bodi antipeluru.

Era Susilo Bambang Yudhoyono

 

Di awal masa jabatannya, Presiden RI keenam Yudhoyono sempat merasakan pula mobil Mercedes-Benz W140 S600 yang diwarisi dari masa pemerintahan Soeharto.

Namun pada 2008 terjadi pergantian mobil kepresidenan dengan mendatangkan Mercedes-Benz W2111 S600 Guard yang sudah memiliki standar keamanan Eropa B6/B7 yang artinya mampu menahan proyektil senjata api berukuran kecil standar militer, serta mampu memberikan perlindungan dari serpihan ledakan granat dan sejumlah
bahan ledak lain.

Mobil ini lah yang belakangan masih digunakan oleh Presiden RI ketujuh Joko Widodo, yang beberapa waktu terakhir kerap mogok saat digunakan dalam perjalanan dinasnya ke beberapa daerah di Indonesia.

ANTARA

December 5, 2016

Tes Tabrak Bakal Jadi Wajib di Indonesia?

Selama ini ditest dilapangan..

Global NCAPUji tabrak Global NCAP Honda Mobilio 2016 yang dijual di India. Pada varian terendah mendapat hasil 0 bintang.

Jakarta, KompasOtomotif – Dari tahun ke tahun, kemampuan produksi mobil di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta unit yang sebagian besarnya diserap domestik. Semakin banyak masyarakat menggunakan mobil tentu faktor keselamatan wajib ditingkatkan.

Salah satu nilai keamanan buat konsumen soal keselamatan di jalan raya ditentukan dari kemampuan mobil melindungi ketika terjadi tabrakan. Bukan hanya melindungi penumpang di kabin tetapi juga pejalan kaki. Hal itu bisa diketahui jika menguji mobil menggunakan cara destruktif, tes tabrak.

Saat ini belum ada fasilitas uji tabrak di Tanah Air. Padahal dibanding negara se-Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar. Bahkan, melebihi Thailand yang kebanyakan produksi mobilnya untuk ekspor.

Seiring perkembangan industri otomotif di Indonesia, semakin banyak mobil dikembangkan dan diproduksi lokal. Nada setuju soal perlunya fasilitas tes tabrak di Indonesia dilontarkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

“Seharusnya itu ada level jaminan perlindungan buat konsumen. Kalau untuk mobil yang dikembangkan di Indonesia dan dipasarkan di dalam negeri seharusnya ada tes tabrak. Padahal di berbagai negara sudah mensyaratkan,” ucap pemegang gelar doktor ini saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (5/12/2016).

Tri mengatakan selama ini kesadaran atas kemampuan mobil melindungi belum tinggi di Indonesia. Jika fasilitas tes tabrak di dalam negeri dinilai masih sulit diwujudkan, regulator sebenarnya bisa memasukan tes tabrak ke dalam salah satu syarat sertifikasi uji tipe kendaraan.

Selama ini yang terjadi tes tabrak mobil lokal dilakukan di luar negeri bersama prinsipal. Itupun atas kesadaran Agen Tunggal Pemegang Merek di Indonesia.

“Selain masalah kelayakan, emisi, seharusnya ditambahkan lagi di uji tipe soal keselamatan penumpang dan pedestrian. kalau itu sudah dipenuhi persyaratannya, baru bisa mengajukan ke Kementrian Perdangangan untuk mobil bisa dijual,” papar Tri.

“Kalau saya setuju harus ada, karena kan harus dibuktikan dulu secara persyaratan mobil memenuhi tes tabrak. Mengaturnya seperti apa, itu bisa bertahap, jadi artinya ada persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi, sebelum mobil bisa dijual,” ucap Tri.

October 9, 2016

Tabrak Truk yang Lagi Tambal Ban, 2 ABG di Sukabumi Tewas

Rokok dan sepeda motor sama sama pembunuh nomer wahid di negeri ini..
Harusnya polisi lebih pro aktif.. merazia “bocah” yang lagi coba2 bermotor ria. Razia dan peringati orang tua “tolol” yang membiarkan anaknya mencicipi sepeda motor !!!
Minggu 09 Oct 2016, 04:22 WIB

Alamsyah Sukabumi – detikNews
Tabrak Truk yang Lagi Tambal Ban, 2 ABG di Sukabumi TewasFoto: Motor yang tabrak truk/ Alamsyah
Sukabumi – Dua remaja berinisial MR (14) dan MV (15) tewas akibat kecelakaan dengan truk kontainer di Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi, Jabar. Korban yang sedang belajar mengendarai motor ini menabrak truk kontainer yang sedang parkir.

“Ada keterangan dari keluarga korban jika mereka sedang belajar motor. Mungkin narik gas kekencangan akhirnya melesat dan nabrak truk yang terparkir di bahu jalan,” ujar, Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Karyaman, saat ditemui di lokasi, Minggu (9/10/2016), dini hari.

Sopir truk kontainer, Asep, mengatakan, kedua korban yang berstatus pelajar SMP ini berboncengan menuju arah Kota Sukabumi. Tiba-tiba motor jenis Honda Beat bernomor polisi F 4989 TV yang mereka naiki seperti kehilangan kendali dan melesat menabrak bagian belakang truk kontainer semen bernomor polisi F 9110 SB.

“Saya lagi nambal ban, tiba-tiba motor itu melesat langsung nabrak bagian belakang truk saya. Keduanya terlempar tubuh mereka menghantam badan truk,” kata Asep di lokasi yang sama.

Kedua korban tewas di tempat. Warga di sekitar langsung membawa korban ke RSUD R Syamsudin SH. Asep mengaku melihat para ABG dari kejauhan yang terlihat tak stabil mengemudikan motornya.

“Kadang berhenti kadang cepat, agak sempoyongan bawa motornya,” ujar Asep.
(rvk/rvk)

August 1, 2016

Ada Wacana Uang Muka Nol Persen, Beli Mobil Atau Motor Makin Gampang?

Kebijakan Publik di negeri ini dibuat memang setengah pake otak.. Tidak pernah komprehensip dan synergis dengan kebijakan lain.. Konyol ! Lihat saja soal uang muka nol persen mungkin bagus buat produsen dan konsumen kendaraan bermotor.. tapi akibatnya jalanan makin seperti NERAKA  karena banyaknya kendaraan dan prilaku pengendara..

Kalau mau komprehensip kenapa tidak dibuat juga kebijakan yang NOL PERSEN untuk produsen kendaraan umum dan kereta api ??? Dan juga membersihkan DITLANTAS (urusan SIM) dan DEPHUB  agar tidak banyak pungutan liar di jalanan..

 

Pusing dah…

 

 

Senin,1 Agust 2016 06:00 WIB

Penulis: otomotifnet

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Tinggal Pilih Dan Bawa Pulang

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Tinggal Pilih Dan Bawa Pulang

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Tinggal Pilih Dan Bawa Pulang

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mewacanakan Down Payment (DP) kredit kendaraan bermotor bisa menjadi 0 persen.

Tujuannya menggenjot pembiayaan kredit kendaraan bermotor yang masih kembang-kempis saat ini. Tentu saja, jika melihat sisi ini konsumen diuntungkan.

“Sebagaimana dimaklumi bahwa pertumbuhan pembiayaan multifinance masih negatif sehingga perlu ada kebijakan untuk mendorong, salah satu yang perlu dikaji adalah aapakah dengan DP nol persen bisa mendorong,” terang Edy Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK.

Pertimbangan tersebut menjadi acuan OJK dalam upaya meningkatkan performa industri pembiayaan.

Lantas apakah kebijakan ini nantinya tidak berisiko pada peningkatan kredit macet atau Non Performing Finance (NPF).

Toh, dengan DP 15-20 persen saja, tingkat NPF masih tergolong tinggi. Apalagi jika dibolehkan pakai DP 0 persen?

“Tentunya bila berdasarkan kajian dapat berpengaruh, maka agar tidak berpengaruh pada peningkatan NPF perlu dibatasi hanya terhadap perusahaan yang masih memiliki NPF di bawah standar penilaian tingkat kesehatan. Bagi perusahaan yang memiliki profil resiko tinggi tentunya tidak akan memperoleh relaksasi,” jawab Edy, ketika dihubungi (26/7).

Sebagai catatan, ambang batas NPF yang dikategorikan aman oleh OJK maksimal adalah 5 persen. Artinya jika rasio NPF lewat dari ambang batas 5 persen maka tak diizinkan pakai skema DP nol persen. “Iya secara perusahaan pembiayaan memang 5 persen,” lanjutnya.

Nah, jika jadi diberlakukan, maka OJK akan menyerahkan kebijakan kepada masing-masing perusahaan pembiayaan. Pasalnya profil risiko peminjam ditakar oleh perusahaan pembiayaan.

Jadi pastinya tidak semudah datang ke show room, tunjuk mobil atau motor pilihan terus bawa pulang. “Namun demikian, sebenarnya industri telah secara selektif walaupun saat ini penetapan DP sudah kecil, namun bagi calon peminjam yang beresiko, perusahaan tetap saja mengenakan DP untuk kehati-hatian,” imbuh Edy.

Aturan DP nol persen saat ini masih dikaji oleh OJK. Lalu kapan estimasi bakal diberlakukan, apakah tahun ini?

“Belum ada target karena ketentuan yang masih dalam target penyelesaian pun belum seluruhnya selesai,” ungkapnya.

Ini Dampak Jika DP Nol Persen Diberlakukan

1. Menarik Minat Kredit Masyarakat

Dengan DP nol persen calon konsumen yang selama ini terbebani DP 15 sampai 20 persen akan berani mengambil kredit kendaraan. “Kalau dilihat dari segi konsumen, DP nol persen ini tentu saja akan menstimulus keinginan konsumen untuk membeli kendaraan. Namun, bagi APM atau lembaga pembiayaan wacana ini harus disikapi dengan hati-hati,” papar Budi Nur Mukmin, GM Marketing Strategy and Communication PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

Namun APM atau lembaga leasing harus hati-hati. “Lembaga pembiayaan harus melakukan screening yang ketat, karena resiko DP nol persen ini cukup besar dengan adanya konsumen seperti itu (berpenghasilan relatif rendah) yang nekat kredit mobil atau motor,” tambah Budi.

2. Memudahkan Kepemilikan Mobil Atau Motor

Menurut Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia jika nantinya wacana OJK menerapkan DP nol persen diberlakukan, otomatis akan memberikan efek terhadap daya beli masyarakat. “Hal tersebut seakan-akan meberikan akses bagi konsumen untuk mendapatkan mobil dengan lebih mudah,” ucap Indri. Namun, Indri menjelaskan dalam penerapan DP nol persen ini calon konsumen harus benar-benar mengetahui strukturnya. Contoh, dengan penerapan DP nol persen ini pasti akan ada biaya tambahan baik yang dimasukan ke cicilan, jumlah tenor, bunga dan lain-lain.

3. Penjualan APM Meningkat

Semakin mudahnya calon konsumen melangsungkan akad kredit, otomatis penjualan APM terkerek naik. Namun, Budi Nur Mukmin menilai akan tergantung kebijakan biaya pembiayaan. Sebagai gambaran, Budi memberi contoh ketika penurunan DP beberapa waktu lalu diterapkan yaitu dari 30 persen ke 25 persen, penjualan tidak naik signifikan.

4. Bakal Banyak Kredit Macet

Bukan tidak mungkin ada masyarakat yang belum mampu mengambil kredit kendaraan akan nekat ambil kredit. Ini berpotensi menimbulkan efek kredit macet atau Non Performing Loan (NPL).

“Jika kredit mudah, pasti ada efek seperti itu (kredit macet),” jelas Indri Hadiwidjaja. “Jika harus ada penolakan kredit itu lebih baik, pasti akan ada penolakan yang tinggi terhadap konsumen yang ingin kredit,” lanjutnya.

5. Leasing Bakal Kebanjran Konsumen

Diprediksilembaga keuangan kebanjiran konsumen karena minat memiliki kendaraan tanpa DP dirasa enteng. Willy Suwandi Dharma, CEO PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menilai ini merupakan salah satu cara pemerintah memaksimalkan pertumbuhan ekonomi

“Barangkali kebijakan ini merupakan salah satu caranya,” ujar Willy seraya mengakui pertumbuhan perusahaan multi finance saat ini melambat.

6. Kemacetan Dan Konsumsi BBM Meningkat

Meningkatnya minat masyarakat membeli kendaraan akan kian membuat sesak lalu lintas. Bukan itu saja, konsumsi BBM juga naik.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengungkapkan, pemerintah daerah tidak bisa membatasi atau menanggulangi wacana tersebut karena kebijakan itu turun dari pemerintah pusat.

“Karena untuk menanggulangi kemacetan tergantung dari kebijakan tersebut, saya belum berani berkomentar,” kata Andri.

7. Kepindahan Ke Angkutan Umum Tertunda

Wacana kebijakan DP 0% ini diduga juga akan menunda rencana pemerintah provisi DKI Jakarta untuk membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Saat ini saja, Andri mengakui, pengguna angkutan umum di Jakarta menurun. Untuk itu, pemerintah daerah Jakarta berencana untuk memperbaiki fasilitas angkutan umum yang diharapkan dapat menarik masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum.

“Tidak hanya Busway yang kita perbaiki, tetapi yang lain juga. Untuk naik Busway misalnya, butuh kendaraan pengumpan untuk (transportasi) ke feeder busway,” ujar Andry.

8. Penjualan Sparepart Dan Aksesori Meningkat

Sebagai penunjang dari kebutuhan kendaraan, aksesoris dan sparepart diprediksi juga terkena dampak wacana DP 0%. Rocky Yonathan, Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan mungkin akan ada kenaikan permintaan terhadap sparepart jika wacana ini benar-benar terjadi, tetapi tidak signifikan.

“Karena sifat dasar dari sparepart adalah kebutuhan, jadi ada atau tidak adanya DP 0% yang diterapkan, konsumen pasti akan membeli sparepart,” katanya.

“Berbeda dengan sparepart, kalau aksesoris sifatnya keinginan. Jika tidak ada aksesoris pun kendaraan akan jalan, (tapi) kalau tidak ada sparepart kendaraan tidak akan jalan,” ungkapnya.

 

April 22, 2016

Tabrak 4 Mobil, Penampakan Vellfire yang Dikemudikan Anak Eks Menteri Sugiharto

Bocah dibawah umur mengemudi mobil mewah.. ckck..
Jumat 22 Apr 2016, 11:16 WIB

Nathania Riris Michico, – detikNews
Tabrak 4 Mobil, Penampakan Vellfire yang Dikemudikan Anak Eks Menteri SugihartoFoto: Michico/detikcom
Jakarta – Polisi menangani kasus kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan di Ciniru, Kebayoran Baru, Jaksel. Polisi menyebut kecelakaan itu diawali dari Vellfire yang dikemudikan Hadi Prasetyo (16), putra dari Sugiharto eks Menteri BUMN.

Kecelakaan itu terjadi pada Kamis (21/4) sore di Ciniru, kebayoran Baru, Jaksel. Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto pengemudi Vellfire B-121-HMS, yakni Hadi tidak hati-hati saat mengemudikan kendaraannya. Ada informasi juga yang bersangkutan mengemudikan Vellfire setelah kendaraannya Mercy SLK dibawa kakaknya.

Pagi ini, Jumat (22/4/2016) di rumah di Jl Ciniru, Vellfire itu tampak nongkrong di garasi. Bagian belakang mobil penyok. Demikian juga di bagian depan mengalami kerusakan.

Mobil memang menabrak beberapa kendaraan Chevrolet Captiva F-1203-LY, Nissan Serena B-1686-SUD, Toyota Alphard B-171-KHA dan Toyota Innova B-16-LT. Di sebelah Vellfire itu ada Chevrolet Captiva F-1203-LY, yang juga menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan itu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi sudah melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kasus ini selesai dengan damai. Sugiharto mewakili Hadi mengganti semua kerusakan.

Sayangnya tidak ada orang di rumah Sugiharto yang bisa dikonfirmasi. Detikcom sempat menelepon ke rumah dan kantor, di ujung telepon ada pria yang menjawab dan memberi tahu kalau Sugiharto sedang di RSPP.

March 21, 2016

Terobos Gerbang Tol Kemayoran, Pemotor Tewas Tertabrak Mobil

Tipologi penguna jalan di Indo.. ya kaya gini..
Senin 21 Mar 2016, 08:10 WIB

Mei Amelia R – detikNews
Terobos Gerbang Tol Kemayoran, Pemotor Tewas Tertabrak MobilFoto: Edi Wahyono
Jakarta – Seorang pengendara motor menerobos gerbang Kemayoran Tol Wiyoto Wiyono. Akibatnya, pengendara motor tersebut tertabrak pengendara mobil dan tewas.

Wakasat Patroli Jakan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Eko BW memgatakan peristiwa terjadi pada Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 22.50 WIB.

“Pemotor atas nama Setian Aryanto, warga Warakas, Jakut mengendarai motor masuk lewat gerbang Tol Kemayoran,” kata Eko kepada detikcom, Senin (21/3/2016).

Petugas tol sempat mencoba menghalau pemotor tersebut, namun tidak mengindahkannya. Setibanya di KM 21.600A, pemotor tersebut tertabrak mobil Honda Mobilio bernopol B 1521 YR.

“Pengemudi mobil atas nama Johan Susilo, warga Pegadungan, Jakbar,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi oleh ambulance milik CMNP ke RS Atmajaya. Namun setibanya di rumah sakit, pemotor tersebut tewas.

(mei/aan)