Archive for ‘Automobility’

December 16, 2017

Penjualan Mobil Mewah Semakin Mengkhawatirkan di Indonesia

Sabtu 16 Desember 2017, 14:39 WIB

Ruly Kurniawan – detikOto
Penjualan Mobil Mewah Semakin Mengkhawatirkan di IndonesiaMobl Premium Rolls-Royce Foto: Agung Pambudhy
Jakarta – Berbeda dengan segmentasi mobil yang lain yang terus bertumbuh di pasar Indonesia, populasi supercar seperti Rolls-Royce maupun Lamborghini disinyalir tak memiliki pertumbuhan. Hal tersebut dilihat dari tidak adanya mobil baru serupa di tanah air.

Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars mengungkapkan bahwa setelah memasuki 2015, warga Indonesia pecinta supercar tak membeli mobil baru. Soalnya, biaya masuk dan pajak yang menghimpitnya sudah tergolong tidak wajar.

“Pernah tidak lihat mobil 2016 atau 2017 (supercar)? Tidak ada. Semua Ferrari disini misalkan, paling mentok 2014. Ferrari 2015, 2016, 2017 sudah tidak ada sekarang populasinya. Ya mungkin ada satu-dua orang saja, tidak sampai lima,” paparnya kepada wartawan di Jakarta.

“Rolls-Royce juga begitu. Pada saat itu (2014) harganya 7 sampai 8 Miliar, tapi ketika beli sekarang dengan bentuk dan spesifikasi yang sama jadi Rp 12-13 Miliar. Jadi yang mana mau beli, mendingan beli bekasnya. Maka tidak heran bahwa di Indonesia, tidak ada mobil supercar baru (populasi),” tambah Rudy.

Maka tak heran, berbagai diler mobil premium dan sejenisnya mengalami penurunan performa. Prestige Image Motorcars selaku importir supercar misal, yang tahun ini mencatat penurunannya sampai 80 persen.

“Hal tersebut dari kebijakan PPnBM kemarin itu. Maka supercar di 2014 saja udah jarang sekarang. Paling banyak 2011 sampai 2012. Apalagi ada penyesuaian di CIF (Cost, Insurance, and Freight) sehingga mana bisa jualan kita. Ya, ini penjualan turun 80% tahun ini,” ujar Rudy.

Padahal, lanjutnya, kendaraan khususnya roda empat merupakan salah satu indikator yang memperlihatkan bahwa suatu negara sudah cukup maju atau tidak. Selain itu, ia juga mampu membuka lapangan pekerjaan.

“Padahal, mobil itu kan early indicator dari suatu prosperity di suatu negara. Kalau mobilnya bagus-bagus negaranya cukup maju, istilahnya gitu. Kalau negaranya maju, makin banyak lapangan pekerjaan, dan terus rentet kebawah,” kata Rudy.

“Misalkan kan orang yang ‘kaya’ itu mau beli mobil seperti ini (supercar) sehingga buka lowongan kerja kan? Nah di sini malah seolah-olah seperti di musuhin, sedangkan di luar Negeri yang ada malah dirangkul seperti diadakannya tax holliday. Akhirnya gimana? Maju Negaranya, yang merasakan kenikmatannya seluruh kalangan masyarakat,” lanjutnya.

“Jadi istilahnya kalau ada sapi, jangan dibuang. Diperah saja susunya. Nah ini malah seperti dibunuh sapinya,” tutup Rudy. (lth/lth)

Advertisements
September 20, 2017

Kata Polisi Soal Penyebab Driver Aston Martin Meleng Tabrak Separator

Rabu 20 September 2017, 11:17 WIB

Ahmad Mustaqim, – detikNews
Kata Polisi Soal Penyebab Driver Aston Martin Meleng Tabrak SeparatorAston Martin yang tabrak separator di Harmoni/Foto: Dok.TMC Polda Metro
Jakarta – Karena meleng atau kurang fokus, pengemudi Aston Martin menabrak separator busway di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Menurut polisi, hal itu disebabkan minimnya rambu.

“Itu minim tanda dan rambu saja. Ada juga di kawasan Senen, memang separator buswaynya nggak kelihatan,” ujar Ipda Arif Rubiyantoro Pasubnit Laka Lantas Polres Jakarta Pusat saat ditemui di kantornya di Lapangan Banteng, Rabu (20/9/2017).

Biasanya mobil yang terlibat kecelakaan di kawasan Jakarta Pusat akan dibawa ke Kantor Polisi Lakalantas di Lapangan Banteng. Namun mobil Aston Martin yang menabrak separator itu tidak dibawa ke tempat itu. Arif mengatakan kondisi mobil tersebut rusak di bagian depan namun tetap masih bisa jalan.

“Tidak (dibawa). Memang kalau dilihat kerusakan di depan agak parah, tapi mobil masih bisa tetap jalan tanpa perlu diderek,” ujar Arif.

Kecelakaan tersebut terjadi pada pagi tadi. Dari gambar yang diunggah akun Twitter @TMCPoldaMetro, nampak mobil tersebut ringsek akibat menabrak separator busway. Terlihat logo dari mobil tersebut seperti Aston Martin.
(fjp/fjp)

August 23, 2017

Mobil Mewah Raffi Ahmad Bakal Disita Jika Tak Segera Bayar Pajak

Jangan  hanaya mobil si Raffi dong.. masih banyak lagi orang kaya yang punya mobil mewah eksotis kagak bayar pajak 1 sen pun

 

Rabu 23 Agustus 2017, 14:17 WIB

Mei Amelia R – detikNews
Share 0 Tweet Share 0 37 komentar
Raffi Ahmad (Instagram Raffi Ahmad)

Jakarta – Artis Raffi Ahmad diketahui memiliki koleksi sejumlah mobil mewah. Raffi diminta segera membayar pajak kendaraan mobil mewahnya. Jika tidak, petugas akan melakukan penyitaan.

“Saya dengar dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) kalau sampai tanggal 30 (Agustus) ini tidak bayar pajak dan denda, akan dilakukan penyitaan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Seperti diketahui, rumah Raffi Ahmad di Jl Gunung Balong, Lebak Bulus, Jaksel, Selasa (22/8) kemarin, didatangi petugas BPRD DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas. Halim juga turut serta dalam kegiatan itu.

Saat ditemui petugas, Raffi tidak ada di rumah. Yang ada hanya tiga mobil miliknya, yakni Toyota Alphard, Lamborghini, dan Rolls-Royce.

“Kita temukan di luar rumah, ada yang di samping masjid (mobil Rolls-Royce),” imbuhnya.

Upaya door to door dilakukan untuk menyadarkan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraannya. Wajib pajak diimbau segera membayar tunggakan pajak dengan memanfaatkan penghapusan denda pajak hingga 31 Agustus 2017.

Selain Raffi, petugas mendatangi apartemen Syahrini di Apartemen Permata Hijau. “Ada beberapa artis di sana. Ada sekitar 40 persen yang tertunggak pajak di sana,” cetus Halim.

Polisi memperingatkan pengemudi bisa ditilang apabila STNK-nya belum disahkan. Dengan kata lain, untuk kendaraan yang belum membayar pajak tahunan, di STNK-nya tidak ada cap pengesahan, sehingga dapat ditilang.

“Langsung ditilang, makanya kita berikan sosialisasi dulu segera bayar pajak. Seandainya dia jalan di jalan raya langsung kita tilang,” katanya.
(mei/dhn)

July 17, 2017

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Anak singkong ( Sekolah Dasar) jaman sekarang sudah tidak main sepedah lagi tapi naik motor. Orang tua nya ngapain aja ? Pak Polisi sekarang juga cenderung membiarkan karena kalah wibawa.

Senin 17 Juli 2017, 21:49 WIB

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Ahmad Mustaqim – detikNews

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak TrukSeorang bocah kelas 6 SD tewas terlindas truk usai isi bensin di Jakarta Utara (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Jakarta – Seorang anak berusia 6 tahun tewas tertabrak truk ekspedisi. HM (10) menghembuskan nafas terakhirnya saat di bawa ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan dokter korban telah meninggal saat sampai di rumah sakit,” kata anggota Unit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, Brigadir Sarjono saat ditemui di rumah sakit Royal Progress, Sunter, Tanjung Priok, Senin (17/7/2017).

Sarjono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari warga pada pukul 16.30 WIB. Dia mengatakan HM (10) meninggal karena luka di dadanya.




Motor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas trukMotor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas truk (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Kecelakaan bermula saat HM (10) dan G (15) pulang mengisi bensin menggunakan motor matic bernomor polisi B 3666 UMZ. Saat itu HM (10) berboncengan dengan temannya G (15).

“Diduga korban yang membawa motor,” ungkap Sarjono.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, paman korban, Pardi menjelaskan mobil logistik B 9438 BM yang menabrak korban berjalan ugal-ugalan. 

“Jadi kontainer di sebelah kiri mepet ngebanting ke kiri ngehajar mobil Armas itu,” kata Pardi.

Korban terlindas dan alami luka di dadaKorban terlindas dan alami luka di dada (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

HM yang masih di bawah umur ini membawa motor secara diam-diam, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya. “Ya mungkin orang tuanya lalai juga naro kunci,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan tersebut, motor korban juga mengalami kerusakan parah di bagian setang dan roda depan. Kedua korban sempat dibawa ke RS Royal Progress, Sunter, Jakut. HM (10) akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum. (jbr/idh)

Share:

0 komentar

https://mood.detik.com/display/datalayer/mood.php#idkanal=605||idnews=3563569||title=Pulang%20Isi%20Bensin%2C%20Bocah%20Kelas%206%20SD%20Tewas%20Tertabrak%20Truk||article_url=https%3A%2F%2Fm.detik.com%2Fnews%2Fberita%2Fd-3563569%2Fpulang-isi-bensin-bocah-kelas-6-sd-tewas-tertabrak-truk||idsubkanal=10||idfokus=0||idmicrosite=0||appid=3||ismobile=0||date=17-07-2017

Berita Terkait

https://staticxx.facebook.com/connect/xd_arbiter/r/XBwzv5Yrm_1.js?version=42#channel=f31cb8ba3ac2fe4&origin=https%3A%2F%2Fm.detik.com

Baca Juga

News Feed

SELENGKAPNYA


By retailAds detikcom

NISIM Penumbuh rambut Herbal No.1 tanpa efek samping Garansi uang kembali

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Ke Atas · Berita Lainnya · Search

Navigasi detiknews

HomeBeritaDaerahJawa TimurInternasionalKolomWawancaraFokusLapsusFotoMost PopularPro KontraSuara PembacaOpini AndaInfografisVideoIndeks

Lihat Versi Desktop


Redaksi · Pedoman · Info Iklan · Privacy Policy


  

Copyright @ 2017 detikcom
All right reserved

Back To Top

May 3, 2017

101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol

RABU, 03 MEI 2017 | 13:56 WIB

101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol

Kepolisian Lalu Lintas Resor Bogor merazia puluhan bus dan truk yang hendak ke Puncak di KM 47, Cisarua, Kabupaten Bogot, 24 April 2017. Foto: M Sidik Permana

TEMPO.CO, Bandung – Selama bulan April 2017, tercatat 101 orang meninggal dunia dan puluhan mengalami luka berat akibat kecelakaan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Angka tersebut didominasi oleh kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Marthius mengatakan jumlah kecelakaan selama satu bulan di wilayah Jawa Barat itu didominasi oleh faktor kelalaian pengendara.

“Banyak kecelakaan yang diakibatkan pelangaran lalu lintas. Seperti pengendara yang belum memilki surat izin mengemudi dan kelaikan kendaraan,” ujar Marthius kepada Tempo, Selasa, 2 Mei 2017.
Baca :
Kasus 2 Kecelakaan di Puncak, Polisi Bakal Kenakan Pasal Pidana

Kecelakaan di Puncak, Polisi: Bos PO Bisa Terancam 18 Tahun Bui

Ia mengatakan, kecelakaan selama satu bulan di Jawa Barat berjumlah 214 kasus. Dengan rincian: 265 unit sepeda motor, 72 roda empat, 17 bus, dan 55 truk. “Dari rentang usia pengemudi didominasi usia 16-35 tahun,” ujar dia.

Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, ada dua kasus kecelakaan yang cukup menyita perhatian publik. Dua kecelakaan tersebut melibatkan bus yang melewati jalur puncak. Dua kecelakaan maut itu hanya berselang satu pekan.

Yang pertama, terjadi di tanjakan Selarong, Puncak pada tanggal 22 April 2017. Satu pekan kemudian, kecelakaan hampir serupa terjadi di Jalur Puncak, kawasan Ciloto, Cianjur.
Simak juga : Korupsi Proyek Al-Quran, KPK: Bukti Fahd Terlihat Paling Jelas

Dari kedua kecelakaan maut tersebut polisi akan memidanakan pengelola bus. Polisi menduga dua kecelakaan tersebut dikarenakan faktor kelalaian pengelola dan supir bus.

“Untuk kecelakaan yang dicanjur kami akan kejar pengelola bus. Bisa jadi kami jadikan tersangka,” ujar Marthius.

Akibat rentetan kasus kecelakaan tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan melakukan pengetatan pada uji kelaikan kendaraan umum. Selain itu, Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada para pengelola bus yang kedapatan mengoperasikan kendaraanya dalam kondisi tak laik jalan.

IQBAL T. LAZUARDI S

March 31, 2017

Hindari Motor, Ambulans Bawa Pasien Terguling di Yogya

Pengemudi Motor di Indonesia rata 2   DUNGU  dan pemerintah diam saja..
Jumat 31 Mar 2017, 15:15 WIB

Sukma Indah Permana – detikNews
Hindari Motor, Ambulans Bawa Pasien Terguling di YogyaFoto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Yogyakarta – Sebuah mobil ambulans milik RS Bhayangkara Polda DIY mengalami kecelakaan. Sopir dan tiga penumpang di dalamnya mengalami luka ringan. Kecelakaan terjadi ketika sopir ambulans berusaha menghindari pemotor di depannya.

“Iya, kecelakaan tadi pagi. Semuanya luka ringan saja,” ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto kepada detikcom, Jumat (31/3/2017).

Yulianto membenarkan bahwa kejadian ini berawal saat sopir mobil ambulans akan berputar arah di Ring Road Gondangan. Saat itu ada pengendara motor dari arah selatan.

Karena menghindari pemotor itulah, sopir ambulans membanting stirnya ke arah kiri dan ban mobil mengalami slide lalu mobil terguling.

Menurut informasi, mobil ambulans ini sedang mengangkut pasien yang sakit saat melaksanakan olahraga berkala bagi anggota polisi di Mapolda DIY.

“Sopir ambulans dan tiga penumpang dirawat di RS Bhayangkara, Jalan Solo,” imbuhnya.
(sip/mbr)

March 25, 2017

Soal Ide Mobil Kepresidenan, Apa Kabar Nasib Esemka Kini ?

kenapa nggak naik Esemka… mirip petinggi India, dia pakai mobil kenegaraannya buatan lokal walaupun sekarang mereka juga mulai pakai BMW .

Tugaskan saja PT Esemka dan Pindad merancang mobil kepresidenan yang tahan peluru, roket RPG , dan bom panci.  Saya yakin sih pastinya bisa, bikin tank atau panser saja sudah sanggup kok.

Mobil yang tidak 100 % komponen buatan Lokal kelak bisa membanggakan juga lah..

 

SABTU, 25 MARET 2017 | 07:07 WIB

Soal Ide Mobil Kepresidenan, Apa Kabar Nasib Esemka Kini?

Dua mobil Esemka tipe Rajawali terparkir di gedung Solo Technopark, 10 Februari 2015.. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang pernah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo, Joo Widodo. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Jakarta -Masalah mobil kepresidenan sempat mencuat beberapa hari terakhir. Dalam acara Coffe Morning di Gedung BPPT, Jum’at 24 Maret 2017, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berbincang santai dengan para wartawan.

 

 

 

Saat wartawan diberi kesempatan, salah satu media online bertanya ke Luhut tentang kemungkinan mengganti mobil kepresidenan Mercedes-Benz S600 dengan mobil yang sempat populer sebagai kendaraan Presiden Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, mobil Esemka. Usul ini dilontarkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

“Kalau Mobil Esemka, kamu aja yang naik. Jangan suruh Presiden-nya naik. Ntar remnya blong lagi,” ujar Luhut, Jumat, 24 Maret 2017. Sontak peserta coffee morning yang hadir tertawa.
Baca : Fadli Zon Usul Esemka untuk Presiden, Luhut: Kamu Aja yang Naik

Dalam kilas balik, mobil Esemka tidak bisa dilepaskan tanpa nama Joko Widodo. Sewaktu masih menjadi Wali Kota Solo, Jokowi begitu biasa dipanggil berniat menjadikan mobil Kiat Esemka sebagai industri mobil rumahan sekaligus embrio untuk mewujudkan impian lama tentang mobil nasional.

“Buat saya, ini kebanggaan kita, simbol perlawanan terhadap mobil-mobil impor,” kata dia saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo 2 Januari 2012.

Mobil yang mulai dirintis pembuatanya sejak tahun 2007 rencananya oleh Jokowi akan dijadikan sebagai mobil nasional berbasis industri rumahan. Esemka tidak akan menjadi manufaktur besar, melainkan industri rakyat kecil dengan perkiraan produksi sekitar 300-600 unit per bulan.

Karena itu pula, biaya investasinya tidak bakal mencapai triliunan rupiah, dan cukup ditangani oleh investor lokal.

Jokowi sendiri menggunakan Esemka sebagai mobil dinasnya sejak Januari 2012. “Bagus sekali. Kalau mobil dinasnya seperti ini, saya mau pakai,” kata dia saat itu.

Mesin Esemka yang ditungganggi Jokowi berkapasitas 1.500 cc. Tepatnya 1.5i 4 silinder, DOHC 16 valve multi point injection. Tampilan depan mirip mobil Honda CRV, sementara bagian samping dan belakang mirip Ford Everest.

“Inspirasinya, Toyota Prado,” kata Sukiyat kala itu, pemilik Kiat Motor yang merangkap pembimbing perakitan mobil ini.
Simak juga : Meski Kerap Mogok, Pratikno: Jokowi Selalu Menolak Mobil Baru

Ramainya berita Esemka akhirnya oleh Kementerian Perhubungan diminta di uji dahulu sebelum layak dikendarai. Hasilnya, melalui data hasil pengujian di Balai Termodinamika Mesin Propulsi Serpong pada Senin, 7 Februari 2012, Esemka belum memenuhi standar Kementerian Lingkungan Hidup. “Belum memenuhi ambang batas emisi gas buang,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.

Mobil Esemka menjalani uji emisi kedua pada pertengahan Juni 2012. Hasilnya, kendaraan ini berhasil memenuhi ambang batas, yaitu untuk CO di bawah 5 gram per kilometer dan untuk HC+NOX di bawah 0,70 gram per kilometer.

Kabar terakhir mobil Esemka pada April 2016, perusahaan yang akan memproduksi mobil Esemka, PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH), masih menunggu izin manufaktur dari Kementerian Perindustrian. Izin tersebut diperlukan agar mereka bisa memproduksi kendaraan bermotor. PT ACEH didirikan bekas Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono yang PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), principal merek Esemka.

EVAN (PDAT-Sumber Diolah TEMPO) | DESTRIANITA

March 22, 2017

Yuk Intip Mobil RI 1 dari Masa ke Masa

RABU, 22 MARET 2017 | 17:00 WIB

Yuk Intip Mobil RI 1 dari Masa ke Masa

Cadillac Fleetwood 75 Limousine keluaran 1966 yang sempat digunakan Presiden Soeharto. Foto/Antaranews.com

TEMPO.CO, Jakarta – Baru-baru ini perjalanan dinas Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Barat mengalami gangguan kecil yakni mogoknya mobil kepresidenan yang  dalam perjalanan menuju Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, untuk meresmikan fasilitas pembangkit listrik 8 Mobile Power Plant.

Mobil Mercedes-Benz S600 Guard keluaran 2007 yang dibawa dari Jakarta tersebut rupanya kendaraan kepresidenan yang sudah dibeli sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca: Jokowi Ogah Ganti Mobil Kepresidenan Meski Sering …

Jokowi bukan satu-satunya Presiden RI yang melanjutkan penggunaan kendaraan kepresidenan dari era kepresidenan pendahulunya. Sebab hal serupa juga pernah dirasakan oleh Presiden RI ketiga BJ Habibie, Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri.

 

Berikut adalah mobil kepresidenan dari masa ke masa yang berhasil dihimpun ANTARA News dari berbagai sumber:

Era Sukarno

Mobil pertama yang didapuk sebagai mobil kepresidenan usai Sang Proklamator resmi menjabat sebagai Presiden  adalah Buick-8 Limited Edition keluaran 1939, yang memiliki mesin 8 silinder dengan kapasitas 5.247 cc.

Unit yang digunakan Presiden Sukarno merupakan satu dari 1.451 unit yang diproduksi pada 1939 dan sebetulnya tak dibeli melainkan dimintakan oleh Ketua Barisan Banteng, Sudiro, kepada pemiliknya agar berkenan mempersembahkannya
untuk dijadikan mobil dinas kepresidenan dan disemati nomor polisi Rep-1.

Selain Buick-8 Limited Edition, Sukarno juga pernah menggunakan sejumlah mobil lain sebagai kendaraan dinas kepresidenan yakni Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13, Zil 111, Lincoln Cosmopolitan dan Chrysler Imperial.

Baca: Mobil Presiden Jokowi Ternyata Bisa Mogok Juga

Sementara mobil ZIL 111, keluaran pabrikan Uni Soviet Zavod Imeni Likhacheva tahun 1958 dan merupakan limousine yang dihadiahkan oleh Uni Soviet untuk Sukarno.

Mobil itu dibesut mesin 6.0L ZiL-111 V8 yang mampu menghasilkan tenaga puncak setara 200 tenaga kuda (hp) dengan dua tingkat percepatan transmisi otomatis serta memiliki kecepatan maksimal 170 km per jam.

Sejumlah mobil kepresidenan era Sukarno kini kerap menghiasi pameran-pameran mobil klasik di Indonesia.

Era Soeharto

Mengingat Soeharto berkuasa selama lebih kurang 32 tahun, tentu banyak sekali mobil kepresidenan yang pernah digunakan oleh Presiden RI kedua tersebut.

Saat baru menjabat sebagai Presiden RI, Soeharto memutuskan mengganti mobil kepresidenan dengan Cadillac DeVille Series 70 Fleetwood Limousine pada 1966, yang memiliki mesin 7.025cc OHV V8 dengan tiga tingkat percepatan otomatis Turbo-Hydramatic 400 dan mampu menghasilkan tenaga puncak 375 hp.

Lantas Soeharto menggantinya menyusul keluarnya generasi kesepuluh dari lini produk yang sama, Cadillac DeVille Series 75 Fleetwood Limousine pada 1971, yang memiliki kapasitas mesin lebih besar menjadi 7.729cc OHV V8.

Soeharto kemudian bergeser mencicipi pabrikan Jerman dengan menggunakan Mercedes-Benz W116 Barong keluaran 1975, sebelum berganti dengan salah satu mobil kepresidenan masanya yang paling dikenal Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL
keluaran 1987.

Mobil tersebut memiliki standar keamanan wahid, mengingat juga digunakan oleh sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden AS ke-42 Bill Clinton dan Ratu Inggris Elizabeth, antara lain kaca dan bodi yang antipeluru.

Mobil itu juga menjadi mobil terakhir yang digunakan Soeharto saat meninggalkan Istana Kepresidenan setelah membacakan surat pengunduran diri, dan belakangan seizin Presiden RI ketiga BJ Habibie unitnya dibawa ke museum Mercedes-Benz di Stuttgart, Jerman.

Baca: Mobil Kepresidenan Ada Delapan, Salah Satunya …

Meski meninggalkan istana dengan mobil Mercedes-Benz W126, Soeharto pada 1994 sempat membeli Mercedes-Benz W140 S600 yang kemudian lebih sering digunakan sebagai mobil kepresidenan di tahun-tahun terakhir jabatannya.

Selain itu, Soeharto beberapa kali juga tampak lebih senang menumpangi mobil jip Mercedes-Benz G-Klasse dalam perjalanan dinasnya yang sebetulnya diperuntukkan bagi pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

Era BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri

Di masa pemerintahan Presiden RI ketiga hingga kelima, Indonesia yang masih dalam masa pemulihan pascakriksis moneter 1998 memilih untuk tidak menghamburkan uang hanya demi mengganti tunggangan kepresidenan.

Sehingga, Presiden RI ketiga BJ Habibie (1998-1999), Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (1999-2001) dan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri (2001-2004) mewarisi Mercedes-Benz W140 S600 yang ditinggalkan dari masa pemerintahan Soeharto.

Mobil tersebut dilengkapi fitur keamanan mumpuni standar pemimpin dunia, yakni kaca dan bodi antipeluru.

Era Susilo Bambang Yudhoyono

 

Di awal masa jabatannya, Presiden RI keenam Yudhoyono sempat merasakan pula mobil Mercedes-Benz W140 S600 yang diwarisi dari masa pemerintahan Soeharto.

Namun pada 2008 terjadi pergantian mobil kepresidenan dengan mendatangkan Mercedes-Benz W2111 S600 Guard yang sudah memiliki standar keamanan Eropa B6/B7 yang artinya mampu menahan proyektil senjata api berukuran kecil standar militer, serta mampu memberikan perlindungan dari serpihan ledakan granat dan sejumlah
bahan ledak lain.

Mobil ini lah yang belakangan masih digunakan oleh Presiden RI ketujuh Joko Widodo, yang beberapa waktu terakhir kerap mogok saat digunakan dalam perjalanan dinasnya ke beberapa daerah di Indonesia.

ANTARA

December 5, 2016

Tes Tabrak Bakal Jadi Wajib di Indonesia?

Selama ini ditest dilapangan..

Global NCAPUji tabrak Global NCAP Honda Mobilio 2016 yang dijual di India. Pada varian terendah mendapat hasil 0 bintang.

Jakarta, KompasOtomotif – Dari tahun ke tahun, kemampuan produksi mobil di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta unit yang sebagian besarnya diserap domestik. Semakin banyak masyarakat menggunakan mobil tentu faktor keselamatan wajib ditingkatkan.

Salah satu nilai keamanan buat konsumen soal keselamatan di jalan raya ditentukan dari kemampuan mobil melindungi ketika terjadi tabrakan. Bukan hanya melindungi penumpang di kabin tetapi juga pejalan kaki. Hal itu bisa diketahui jika menguji mobil menggunakan cara destruktif, tes tabrak.

Saat ini belum ada fasilitas uji tabrak di Tanah Air. Padahal dibanding negara se-Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar. Bahkan, melebihi Thailand yang kebanyakan produksi mobilnya untuk ekspor.

Seiring perkembangan industri otomotif di Indonesia, semakin banyak mobil dikembangkan dan diproduksi lokal. Nada setuju soal perlunya fasilitas tes tabrak di Indonesia dilontarkan oleh pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri.

“Seharusnya itu ada level jaminan perlindungan buat konsumen. Kalau untuk mobil yang dikembangkan di Indonesia dan dipasarkan di dalam negeri seharusnya ada tes tabrak. Padahal di berbagai negara sudah mensyaratkan,” ucap pemegang gelar doktor ini saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (5/12/2016).

Tri mengatakan selama ini kesadaran atas kemampuan mobil melindungi belum tinggi di Indonesia. Jika fasilitas tes tabrak di dalam negeri dinilai masih sulit diwujudkan, regulator sebenarnya bisa memasukan tes tabrak ke dalam salah satu syarat sertifikasi uji tipe kendaraan.

Selama ini yang terjadi tes tabrak mobil lokal dilakukan di luar negeri bersama prinsipal. Itupun atas kesadaran Agen Tunggal Pemegang Merek di Indonesia.

“Selain masalah kelayakan, emisi, seharusnya ditambahkan lagi di uji tipe soal keselamatan penumpang dan pedestrian. kalau itu sudah dipenuhi persyaratannya, baru bisa mengajukan ke Kementrian Perdangangan untuk mobil bisa dijual,” papar Tri.

“Kalau saya setuju harus ada, karena kan harus dibuktikan dulu secara persyaratan mobil memenuhi tes tabrak. Mengaturnya seperti apa, itu bisa bertahap, jadi artinya ada persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi, sebelum mobil bisa dijual,” ucap Tri.

October 9, 2016

Tabrak Truk yang Lagi Tambal Ban, 2 ABG di Sukabumi Tewas

Rokok dan sepeda motor sama sama pembunuh nomer wahid di negeri ini..
Harusnya polisi lebih pro aktif.. merazia “bocah” yang lagi coba2 bermotor ria. Razia dan peringati orang tua “tolol” yang membiarkan anaknya mencicipi sepeda motor !!!
Minggu 09 Oct 2016, 04:22 WIB

Alamsyah Sukabumi – detikNews
Tabrak Truk yang Lagi Tambal Ban, 2 ABG di Sukabumi TewasFoto: Motor yang tabrak truk/ Alamsyah
Sukabumi – Dua remaja berinisial MR (14) dan MV (15) tewas akibat kecelakaan dengan truk kontainer di Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi, Jabar. Korban yang sedang belajar mengendarai motor ini menabrak truk kontainer yang sedang parkir.

“Ada keterangan dari keluarga korban jika mereka sedang belajar motor. Mungkin narik gas kekencangan akhirnya melesat dan nabrak truk yang terparkir di bahu jalan,” ujar, Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Karyaman, saat ditemui di lokasi, Minggu (9/10/2016), dini hari.

Sopir truk kontainer, Asep, mengatakan, kedua korban yang berstatus pelajar SMP ini berboncengan menuju arah Kota Sukabumi. Tiba-tiba motor jenis Honda Beat bernomor polisi F 4989 TV yang mereka naiki seperti kehilangan kendali dan melesat menabrak bagian belakang truk kontainer semen bernomor polisi F 9110 SB.

“Saya lagi nambal ban, tiba-tiba motor itu melesat langsung nabrak bagian belakang truk saya. Keduanya terlempar tubuh mereka menghantam badan truk,” kata Asep di lokasi yang sama.

Kedua korban tewas di tempat. Warga di sekitar langsung membawa korban ke RSUD R Syamsudin SH. Asep mengaku melihat para ABG dari kejauhan yang terlihat tak stabil mengemudikan motornya.

“Kadang berhenti kadang cepat, agak sempoyongan bawa motornya,” ujar Asep.
(rvk/rvk)